FOTO/PALUKOTA.GO.ID

861 Anggota TPK di Kota Palu Jadi Garda Terdepan Pencegahan Stunting

Terbit : 21 May 2026
Font +
Font -

PALU, RC – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Palu mencatat sebanyak 861 anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK) kini tersebar di seluruh wilayah Kota Palu untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas P2KB Kota Palu, Ridwan Mustapa, S.Sos., M.Adm.KP saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Pendamping Keluarga Tahun 2026 di Kantor P2KB Kota Palu, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr. Rochmat Jasin, para camat se-Kota Palu, kepala puskesmas, koordinator KB tingkat kecamatan, serta unsur terkait lainnya.

Ridwan mengatakan, ratusan anggota Tim Pendamping Keluarga tersebut menjadi garda terdepan dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

“Di Kota Palu ini ada 861 seluruh anggota tim pendamping keluarga. Jadi tim pendamping keluarga itu terdiri dari tiga orang, ada kader kesehatan atau bidan, kader KB dan kader PKK,” ujar Ridwan dilansir dari palukota.go.id.

Menurutnya, Tim Pendamping Keluarga memiliki tugas penting dalam mendampingi empat kelompok sasaran utama, yakni calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas atau pasca persalinan, serta bayi dan balita.

“Karena ada empat yang mereka melakukan pendampingan, yaitu kepada catin atau calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas atau pasca persalinan, serta bayi dan balita,” katanya.

Ia menegaskan, kegiatan rapat koordinasi dan evaluasi tersebut dilakukan sebagai bentuk penguatan kapasitas bagi seluruh pendamping keluarga agar dapat menjalankan tugas secara maksimal.

“Kegiatan hari ini adalah penguatan kepada tim pendamping keluarga. Karena tim pendamping keluarga ini punya tugas yang sangat urgen untuk penanganan stunting,” jelasnya.

Ridwan berharap koordinasi lintas sektor dan kolaborasi di tingkat wilayah terus diperkuat agar program percepatan penurunan stunting di Kota Palu berjalan lebih efektif.

“Karena kami leading sektornya, jadi kami kerja sama dengan teman-teman di wilayah. Kalau kami sendiri turun agak susah, sehingga kolaborasi ini sangat penting,” tutupnya.

Berita ini telah dibaca 4 kali
Font +
Font -
cross