
BUOL, RC – Bupati Buol Risharyudi Triwibowo meminta dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memperbaiki dan meningkatkan jalan utama menuju Desa Umu, Kabupaten Buol, yang sebagian ruasnya berada di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara.
Jalan tersebut menjadi satu-satunya akses keluar-masuk masyarakat Desa Umu untuk menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, kegiatan ekonomi, pemerintahan hingga kebutuhan sehari-hari.
Risharyudi mengatakan, persoalan jalan tersebut merupakan masalah lintas wilayah karena akses yang digunakan masyarakat Buol itu berada di wilayah administrasi Kabupaten Gorontalo Utara. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Buol tidak dapat melakukan pengaspalan secara langsung pada ruas jalan tersebut.
Persoalan itu sebelumnya telah disampaikan Risharyudi saat menghadiri perayaan HUT ke-19 Kabupaten Gorontalo Utara pada 19 April 2026. Saat itu, kondisi jalan disampaikan langsung kepada Bupati Gorontalo Utara Toriq Modanggu dan turut didengar Gubernur Gorontalo.
“Semoga Bapak Gubernur Gorontalo berkenan bisa alokasikan anggaran di perubahan tahun ini atau di anggaran penetapan tahun depan untuk peningkatan atau pengaspalan jalan Umu,” ujar Risharyudi dilansir dari laman Pemkab Buol.
Menurut dia, terdapat kondisi yang cukup dilematis dalam penanganan jalan tersebut. Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara memiliki kewenangan terhadap ruas jalan karena berada di wilayahnya, tetapi mayoritas pengguna jalan merupakan masyarakat Desa Umu yang berasal dari Kabupaten Buol.
“Sementara Pemda Gorut mungkin mau memperbaiki dan mengaspal jalan ini, tetapi yang melewatinya setiap hari mayoritas warga Umu merupakan warga Buol,” katanya.
Kondisi tersebut semakin menjadi tantangan karena keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi fiskal yang juga dihadapi kedua daerah.
Kepala Desa Umu Ridwan Abu Bakar mengatakan kerusakan jalan telah menghambat aktivitas masyarakat. Kondisi semakin membahayakan saat musim hujan karena jalan berlubang berubah menjadi licin dan rawan kecelakaan.
“Kami juga ingin merdeka dari infrastruktur. Warga kami sudah sangat menderita dengan kondisi jalan yang rusak, apalagi bila musim hujan. Jalanan yang sudah berlubang menjadi berbahaya karena licin dan lubangnya tambah dalam. Sudah sering terjadi kecelakaan tunggal, orang dan motor terjatuh karena slip,” ungkap Ridwan.
Selain meminta dukungan Pemprov Gorontalo, Pemkab Buol juga menyiapkan alternatif akses dari wilayah Kabupaten Buol.
Risharyudi mengatakan Pemkab Buol akan mengalokasikan anggaran pada 2027 untuk meningkatkan atau mengaspal ruas jalan lingkar dalam Desa Umu yang berada di wilayah Kabupaten Buol.
Menurutnya, terdapat jalan rintisan sepanjang sekitar 7–8 kilometer dari Desa Molangato menuju Desa Umu yang melintasi kawasan pesisir laut dan perbukitan.
“InsyaAllah Pemda Buol akan alokasikan anggaran Tahun 2027 untuk peningkatan atau pengaspalan jalan ruas lingkar dalam Desa Umu yang masuk wilayah Kabupaten Buol,” katanya.
Ia mengatakan, jika tidak terkendala efisiensi anggaran, jalan rintisan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi akses utama menuju dan dari Desa Umu melalui wilayah Kabupaten Buol.
Bagi masyarakat Desa Umu, keberadaan jalan tersebut sangat vital karena menjadi penghubung utama menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, pusat ekonomi, pemerintahan dan wilayah lainnya.
Karena itu, Pemkab Buol mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Gorontalo agar persoalan akses tersebut dapat segera ditangani dan masyarakat Desa Umu memperoleh jalan yang lebih aman dan layak.