APRI Banggai Luncurkan Inovasi Digital untuk Pendampingan Keluarga Sakinah

Terbit : 14 February 2026
Font +
Font -

BANGGAI, RC - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Suardi Kandjai, menghadiri pengukuhan pengurus Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Banggai yang dirangkaikan dengan peluncuran Program Inovasi Pendampingan Keluarga Sakinah “Banggai Berdampak” berbasis digital. Kegiatan itu digelar di MTsN 1 Banggai, Rabu (11/2/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penguatan peran penghulu sebagai ujung tombak pelayanan pencatatan nikah dan pembinaan keluarga sakinah di Kabupaten Banggai. Acara ini turut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, Wakil Bupati Banggai, unsur Forkopimda, OPD, serta ASN di lingkungan Kemenag Banggai.

Dilansir dari sulteng.kemenag.go.id, Suardi mengapresiasi terbentuknya kepengurusan APRI Banggai sebagai langkah strategis memperkuat profesionalitas penghulu.

“Kami berharap APRI Banggai mampu menjadi motor penggerak pembinaan keluarga sakinah yang lebih terukur, terdokumentasi, dan berdampak nyata. ASN Kementerian Agama harus adaptif terhadap perubahan, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Suardi.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan keluarga dan sosial kemasyarakatan, termasuk pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ketua APRI Provinsi Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo, mengatakan APRI merupakan organisasi profesi yang memiliki posisi strategis dalam pembinaan umat.

“APRI adalah organisasi profesi yang bergengsi, karena di dalamnya berhimpun para penghulu yang memegang amanah besar dalam membina, menjaga, dan mengawal keutuhan keluarga. Penghulu bukan sekadar pencatat nikah, tetapi pembimbing umat dalam membangun peradaban keluarga yang kokoh,” tegasnya.

Ia menambahkan, APRI harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan integritas dan profesionalitas sebagai ASN.

Sementara itu, Ketua APRI Kabupaten Banggai, Usman Jayadi, menegaskan pengukuhan tersebut menjadi awal tanggung jawab besar bagi organisasi.

“Pengukuhan ini adalah titik awal kerja nyata. APRI Banggai harus mampu menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi profesi yang memberi solusi atas persoalan umat,” ujarnya.

Usman juga menekankan peran strategis penghulu dalam penguatan ketahanan keluarga.

“Penghulu adalah garda terdepan dalam menjaga fondasi peradaban melalui keluarga yang kuat dan harmonis,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, APRI Banggai meluncurkan Program Pendampingan Keluarga Sakinah “Banggai Berdampak” berbasis teknologi. Program ini dirancang sebagai sistem pendampingan keluarga yang lebih terintegrasi dan terdokumentasi melalui platform digital.

“Kami tidak ingin pendampingan keluarga hanya berhenti pada seremoni atau nasihat sesaat. Melalui sistem berbasis teknologi, setiap proses pendampingan akan tercatat, terukur, dan dapat dievaluasi dampaknya,” jelas Usman.

Melalui inovasi tersebut, APRI Banggai diharapkan mampu memperkuat tata kelola pendampingan keluarga sakinah secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Berita ini telah dibaca 11 kali
Font +
Font -
cross