ILUSTRASI

ASPETI Gelar FGD Bahas Masa Depan Industri Pertambangan

Terbit : 9 August 2023
Font +
Font -

Jakarta, RC - Asosiasi Penambang Tanah Pertiwi (ASPETI) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang mengakat tema Kutukan Sumber Daya Alam dengan topik Meneroka (mengeksplor) Mekanisme Dokumen Pertambangan (Analisa: Kasus Dokumen Terbang Merugikan negara 5,7 T). Kegiatan yang dirangkaikan dengan launching asosiasi tersebut akan digelar di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta, Kamis (10/8/2023) besok.

Ketua Panitia Acara, Agung Setiabudi, menyampaikan FGD ini melibatkan para pemangku kepentingan di bidang minerba dengan tujuan agar ada kesepahaman bersama terkait aturan, kebijakan dan regulasi penambangan sehingga dapat berjalan sesuai dengan koridornya.

“Kami harap dari FGD ini semua pihak yang terlibat dapat memahami tupoksi baik di Kementerian ESDM, pelaku usaha tambang, penegak hukum, maupun masyarakat. Selain itu, adanya jaminan keberlangsungan kegiatan pertambangan berdasarkan amanat konstitusi sesuai pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Agung dalam keterangan tertulisnya.

Asosiasi Penambang Tanah Pertiwi,ASPETI,Wujudkan Kedaulatan Energi,Focus Group Discussion,FGD,Masa Depan,Industri Pertambangan,Tambang,Minerba,Indonesia

ASPETI Hadir Wujudkan Kedaulatan Energi

Sementara itu, Ketua ASPETI Andi Moch Adim, menjelaskan FGD ini diselenggarakan agar para pemangku kepentingan dapat mendiskusikan dan memproyeksi industri pertambangan di masa mendatang.

“Nantinya hasil FGD ini dapat menghasilkan pemikiran, apakah Indonesia sebagai tanah surga pada babakan berikutnya akan mengalami involusi atau justru mampu meniadakan kutukan untuk berkah yang dipersiapkan?,” jelasnya.

ASPETI kata Adim, hadir dengan visi mewujudkan kedaulatan energi dan kemandirian bangsa Indonesia. Serta menciptakan iklim yang kondusif, ramah lingkungan, berkelanjutan, berkeseimbangan, menjunjung tinggi kearifan dan budaya lokal dalam pengembangan dan pengelolaan pertambangan minyak dan gas bumi, mineral dan batubara, serta panas bumi.

“Kami harap dengan adanya ASPETI ini dapat menjadi barometer sekaligus penyeimbang antara Negara, para pelaku usaha tambang dan masyarakat,” pungkasnya.

Berita ini telah dibaca 6 kali
Font +
Font -
cross