
PALU, RC — Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah mematangkan pelayanan KB serentak Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 dengan target 279 akseptor Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi di Sulawesi Tengah.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat pelayanan KB MOW dan monitoring aplikasi SIRIKA (Sistem Informasi Rantai Pasok Alat dan Obat Kontrasepsi) untuk memastikan pelayanan berjalan optimal dan ketersediaan alat kontrasepsi mencukupi di seluruh fasilitas kesehatan.
Dilansir dari sulteng.kemendukbangga.go.id, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, menegaskan seluruh kesiapan pelayanan harus dipastikan agar tidak terjadi kendala di lapangan.
“Jangan sampai ada kendala pelayanan di lapangan, baik dari sisi kesiapan fasilitas, pendanaan, maupun ketersediaan alokon. Semua harus dipastikan siap agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” katanya.
Pelayanan KB serentak Harganas 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 10 Juni hingga 10 Juli 2026 dengan fokus pelayanan MOW, namun tetap mencakup seluruh metode kontrasepsi. Sasaran pelayanan meliputi peserta KB baru, KB ganti cara, KB ulangan, hingga KB pascapersalinan.
Dalam rapat tersebut, BKKBN juga menyoroti distribusi alat dan obat kontrasepsi (alokon) di Sulawesi Tengah yang masih belum merata. Sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kekosongan stok tertentu, sementara di wilayah lain stok berlebih hingga berisiko kedaluwarsa.
Karena itu, kabupaten dan kota diminta aktif memperbarui laporan stok melalui aplikasi SIRIKA agar distribusi alokon dapat disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah.