FOTO/BNPB

BNPB Catat Satu Korban Tewas dan 312 Jiwa Terdampak Gempa M 6,7 di Sulteng

Terbit : 17 June 2026
Font +
Font -

JAKARTA. RC Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Hingga Rabu (17/6/2026) pukul 19.00 WIB, sebanyak 110 kepala keluarga (KK) atau 312 jiwa tercatat terdampak bencana tersebut.

Selain korban meninggal dunia, BNPB mencatat 25 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat. Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan akibat gempa tersebut.

"Data yang masuk masih bersifat sementara dan terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan," demikian keterangan BNPB.

Di Kabupaten Sigi, satu korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari wilayah ini. Selain itu, sebanyak 89 KK atau 272 jiwa terdampak, dengan rincian 22 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.

Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong mencatat 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga dilaporkan mengalami luka ringan. Adapun di Kabupaten Poso, satu warga mengalami luka dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

BNPB juga melaporkan peningkatan jumlah kerusakan bangunan. Pendataan sementara mencatat sedikitnya 67 unit rumah terdampak, terdiri atas 26 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Selain rumah warga, kerusakan terjadi pada enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi penghubung Palu–Sigi–Poso yang mengalami amblas.

Kerusakan paling banyak terjadi di Kabupaten Sigi dengan total 47 rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, 23 rumah mengalami rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, serta satu unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Di Kabupaten Poso, tercatat lima rumah terdampak dan tiga rumah rusak ringan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan 15 rumah terdampak. Sementara di Kota Palu, keretakan terjadi pada Jembatan III, disertai kerusakan pada satu fasilitas umum, satu hotel, dan satu tempat usaha. Pendataan di Kabupaten Donggala masih terus dilakukan.

Dalam upaya percepatan penanganan, BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan kaji cepat dan pendataan di wilayah terdampak. Koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta instansi terkait juga diperkuat untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

Di Kabupaten Sigi, BPBD bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah menggelar rapat koordinasi penanganan darurat. Pemerintah Kabupaten Sigi juga tengah memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari. Pos lapangan dipusatkan di Kantor Camat Nokilalaki guna mempercepat koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Sementara itu, di Kabupaten Poso, BPBD bersama pemerintah daerah mendirikan tenda darurat di lingkungan RSUD Kabupaten Poso untuk mendukung pelayanan kesehatan. Masyarakat bersama aparat kepolisian juga melakukan pembersihan puing bangunan yang terdampak gempa.

BNPB bersama BMKG dan pemerintah daerah terus memantau perkembangan gempa susulan yang masih terjadi. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah dan BMKG.

BNPB menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan dampak gempa bumi di Sulawesi Tengah secara berkala seiring berlangsungnya proses pendataan dan penanganan di lapangan.

Berita ini telah dibaca 3 kali
Font +
Font -
cross