
PALU, RC – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu membekali warga binaan dengan keterampilan usaha melalui program produksi keripik pisang. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian agar warga binaan memiliki kemampuan untuk membuka usaha sendiri setelah bebas.
Dalam program tersebut, warga binaan dilibatkan langsung dalam seluruh proses produksi, mulai dari menyiapkan bahan baku, mengolah pisang menjadi keripik, hingga mengemas produk.
Tidak hanya belajar memproduksi makanan, mereka juga diperkenalkan dengan cara memasarkan produk melalui media sosial. Hasil produksi keripik pisang kemudian dipasarkan kepada konsumen untuk memberikan pengalaman mengelola usaha secara langsung.
Petugas Pembinaan Lapas Palu, Putra, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan keterampilan dan produktivitas warga binaan sekaligus memberikan bekal untuk menjalankan usaha secara mandiri.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mengembangkan potensi mereka, meningkatkan produktivitas, dan menjadi bekal untuk membangun usaha mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut, Wahyu, mengaku senang karena mendapat kesempatan belajar membuat produk makanan sekaligus memahami cara memasarkannya.
Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri setelah menyelesaikan masa pidana.
“Saya senang bisa belajar membuat keripik pisang serta mengetahui bagaimana produk ini dikemas dan dipasarkan melalui media sosial. Pengalaman ini sangat berarti bagi saya untuk membuka usaha sendiri dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Palu, Makmur, mengatakan pembinaan kemandirian tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan mereka agar dapat kembali menjalani kehidupan dan berusaha secara mandiri di tengah masyarakat.
Ia menambahkan, pemanfaatan media sosial dalam pemasaran produk menjadi salah satu cara mengenalkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Melalui program UMKM keripik pisang tersebut, Lapas Palu berharap warga binaan memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan kemampuan ekonomi sebagai bekal setelah bebas.