
PARIMO, RC – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi berhasil memanen 70 kilogram terung dan 65 ikat kangkung dari kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi yang dikelola bersama petugas dan warga binaan. Hasil panen tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Panen berlangsung pada Jumat (26/6/2026) lalu dan merupakan hasil pengelolaan lahan pertanian yang dilakukan secara berkelanjutan oleh warga binaan di bawah pendampingan petugas Lapas.
Pelaksana Tugas Kepala Lapas Kelas III Parigi, I Wayan Widana, melalui Kepala Subseksi Pembinaan, I Made Yori Andrianto, mengatakan keberhasilan panen mencerminkan efektivitas program pembinaan produktif yang dijalankan di Lapas Parigi.
"Panen 70 kilogram terung dan 65 ikat kangkung ini menjadi bukti bahwa warga binaan, di bawah pengawasan petugas, mampu mengikuti proses pembinaan secara produktif dan memberikan hasil yang bermanfaat. Kami berharap keterampilan di bidang pertanian ini dapat menjadi bekal bagi mereka saat kembali ke masyarakat," ujar Yori dikutip dari ditjenpas.go.id.
Menurutnya, program pertanian tersebut merupakan bentuk dukungan Lapas Parigi terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia sekaligus bagian dari Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Ia menegaskan pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian akan terus dikembangkan agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
Salah seorang warga binaan yang akrab disapa Mangge mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti program pembinaan pertanian di Lapas Parigi.
"Saya bersyukur masih bisa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian selama menjalani masa pembinaan. Semoga pengalaman ini bisa membantu meningkatkan taraf hidup saya setelah kembali ke masyarakat," katanya.