
PALU, RC - Anggota DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri menemui ratusan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulteng, Jumat (21/2/2025). Saat berdialog, Sekretaris Fraksi PKB ini mengapresiasi tuntutan para mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di Kota Palu tersebut.
"Kami mengapresiasi apa yang menjadi tuntutan adik-adik kita. Mereka dengan lantang menyuarakan keresahan dan kegelisahan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah saat ini yang dianggap tidak transparan dan membahayakan kepentingan rakyat," ujarnya kepada awak media.
Safri yang juga Sekretaris Komisi III ini mengatakan, DPRD sebagai rumah rakyat selalu terbuka dalam menerima aspirasi dari berbagai kalangan. Dirinya pun salut dengan kepedulian mahasiswa dalam menyikapi isu-isu terkini.
"Kita salut dan bangga dengan aksi mereka. Artinya bahwa ada kepekaan dan kepedulian dalam diri adik-adik mahasiswa. Delapan tuntutan yang disuarakan merupakan ekspresi kekhawatiran serta ketidakpuasan terhadap kondisi bangsa hari ini dan mereka terpanggil untuk itu," bebernya.
Mantan aktivis PMII ini pun menegaskan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa adalah sah dan dilindungi oleh konstitusi. Safri menyebut sepanjang tidak anarkis dan merusak fasilitas umum, aksi demonstrasi tersebut dalah hal yang wajar.
"Aksi adik-adik mahasiswa sah dan dijamin oleh konstitusi. Sepanjang tidak melakukan aksi anarkis dan merusak fasilitas umum, unjuk rasa mereka adalah hal yang wajar," tegasnya.
Sementara itu, adapun tuntutan para mahasiswa antara lain, menolak Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, menolak program Makan Bergizi Gratis, serta mendesak revisi Undang-Undang Minerba. Mereka juga meminta evaluasi terhadap aktivitas pertambangan di Sulawesi Tengah dan mendesak pemerintah agar lebih fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan.