Gempa Susulan M 5,1 Guncang Palu Dini Hari, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Terbit : 17 June 2026
Font +
Font -

PALU, RC Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,1 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (17/6/2026) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa terjadi pada pukul 01.29.38 WIB. Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 1,11 derajat Lintang Selatan dan 120,32 derajat Bujur Timur, atau sekitar 54 kilometer tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 11 kilometer.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," demikian keterangan resmi BMKG.

BMKG menjelaskan, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan sesar turun atau normal fault sebagai penyebab terjadinya gempa.

Berdasarkan hasil pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan (shakemap), getaran gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Intensitas V MMI dirasakan di Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong. Sementara intensitas IV hingga V MMI dirasakan di Palolo, Kabupaten Sigi, serta Torue, Kabupaten Parigi Moutong.

Guncangan dengan intensitas III MMI dilaporkan dirasakan di Sigi Biromaru dan Kota Poso. Adapun wilayah Kota Palu merasakan guncangan pada skala II hingga III MMI, sedangkan Donggala dan Pasangkayu merasakan intensitas II MMI.

Hingga laporan ini disampaikan, belum terdapat informasi mengenai korban maupun kerusakan akibat gempa tersebut.

BMKG menyebut gempa M5,1 itu merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan M6,7 yang mengguncang wilayah Palu pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27.45 WIB.

Berdasarkan hasil pemantauan hingga Rabu (17/6/2026) pukul 01.55 WIB, tercatat telah terjadi 354 aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai M5,2.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi yang dikeluarkan BMKG serta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Berita ini telah dibaca 7 kali
Font +
Font -
cross