FOTO/CIKASDA SULTENG

Hasil Inspeksi Pascagempa, Struktur Masjid Raya Baitul Khairaat Palu Dinyatakan Stabil

Terbit : 26 June 2026
Font +
Font -

PALU, RC – Struktur baja space frame Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, dinyatakan dalam kondisi stabil berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026.

Pemeriksaan dilaksanakan pada Kamis (25/6/2026) oleh tim teknis yang melibatkan PT PP (Persero) Tbk selaku kontraktor pelaksana, tim Manajemen Konstruksi (MK), serta PT Geasindo Teknik Prima sebagai vendor dan subkontraktor pekerjaan space frame. Inspeksi dilakukan atas permintaan Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah guna memastikan keamanan dan kelayakan struktur bangunan pascagempa.

Kepala Dinas Cikasda Provinsi Sulawesi Tengah, Andi Ruly Djanggola, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh elemen utama struktur baja untuk memastikan tidak ada kerusakan yang dapat memengaruhi keamanan bangunan.

"Tim teknis telah melakukan inspeksi menyeluruh terhadap elemen-elemen utama struktur, mulai dari sambungan, batang struktur, titik pertemuan atau joint, hingga komponen lain yang berpotensi terdampak akibat guncangan gempa. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan tidak terdapat kerusakan maupun gangguan struktural yang dapat memengaruhi fungsi dan tingkat keamanan bangunan," ujarnya dilansir dari sultengprov.go.id.

Hasil asesmen awal yang dilakukan PT Geasindo Teknik Prima menunjukkan struktur space frame Masjid Raya Baitul Khairaat masih berada dalam kondisi baik dan tidak ditemukan indikasi kerusakan yang berpotensi mengganggu kinerja maupun stabilitas konstruksi.

"Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa struktur space frame masih berada dalam kondisi baik dan stabil. Tidak ditemukan indikasi kerusakan yang dapat mengurangi kemampuan struktur dalam menjalankan fungsinya sebagaimana direncanakan," demikian laporan sementara tim teknis PT Geasindo Teknik Prima.

Meski demikian, proses evaluasi belum sepenuhnya selesai. Tim teknis masih melakukan analisis lanjutan sebagai bagian dari prosedur asesmen pascagempa untuk memastikan seluruh komponen struktur memenuhi standar keamanan dan keselamatan yang dipersyaratkan.

Laporan resmi hasil pemeriksaan akan disusun oleh PT Geasindo Teknik Prima dan disampaikan kepada PT PP (Persero) Tbk sebelum diteruskan kepada Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah setelah seluruh tahapan evaluasi rampung.

Andi Ruly menegaskan pemerintah daerah akan terus memantau kondisi bangunan strategis, khususnya fasilitas publik, agar tetap aman digunakan masyarakat.

"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman. Karena itu, pemantauan dan evaluasi berkala akan terus dilakukan agar kondisi struktur Masjid Raya Baitul Khairaat tetap terjaga dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku," tegasnya.

Berita ini telah dibaca 7 kali
Font +
Font -
cross