
JAKARTA, RC – Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan dan alat kesehatan darurat senilai Rp2 miliar untuk Iran yang tengah menghadapi krisis layanan kesehatan akibat konflik bersenjata yang merusak berbagai fasilitas medis di negara tersebut.
Bantuan tersebut merupakan respons PMI atas permintaan resmi Pemerintah Iran melalui Kedutaan Besar Iran di Indonesia terkait kebutuhan mendesak obat-obatan dan peralatan medis bagi masyarakat terdampak.
Sekretaris Jenderal PMI, A.M. Fachir, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan rakyat Indonesia terhadap masyarakat Iran yang terdampak krisis.
“Bantuan obat-obatan dan alat medis darurat PMI ke Iran ini merupakan respons Ketua Umum PMI Bapak Muhammad Jusuf Kalla atas surat dari Duta Besar Iran untuk Indonesia terkait permintaan obat-obatan darurat dan peralatan medis,” kata Fachir dalam keterangan resminya, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung layanan kesehatan dan upaya kemanusiaan yang saat ini sedang berlangsung di Iran.
Proses pengadaan bantuan dilakukan di Islamabad, Pakistan, dengan dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Islamabad, Pakistan Red Crescent Society (PRCS), Kedutaan Besar Iran di Pakistan, serta koordinasi dengan Iran Red Crescent dan KBRI Teheran.
Kepala Markas PMI Pusat, Arifin Muh Hadi, menjelaskan seluruh proses pengadaan telah selesai dan bantuan akan segera dikirim menuju wilayah perbatasan Pakistan-Iran menggunakan dua kontainer berukuran 40 kaki.
“Bantuan meliputi obat-obatan habis pakai, alat pelindung diri, peralatan kesehatan darurat, peralatan bedah minor, serta berbagai obat esensial lainnya,” ujar Arifin.
Sementara itu, Minister Counsellor sekaligus Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Islamabad, Rahmat Hindiarta Kusuma, menyatakan dukungannya terhadap penyaluran bantuan tersebut melalui Iran Red Crescent.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Iran, puluhan rumah sakit dan ratusan fasilitas kesehatan mengalami kerusakan akibat konflik yang terjadi. Kondisi tersebut menyebabkan terganggunya layanan kesehatan serta pasokan obat-obatan dan alat medis di berbagai wilayah.
PMI berharap bantuan yang dikirim dapat membantu memenuhi kebutuhan medis masyarakat serta mendukung pemulihan layanan kesehatan di Iran. Sebelumnya, PMI juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah negara yang terdampak krisis, termasuk Sudan, Afghanistan, dan Lebanon.