FOTO/KEMENLH

Jumhur Hidayat Ajak Mahasiswa Jadi Pelopor Gerakan Tobat Ekologis Nasional

Terbit : 6 July 2026
Font +
Font -

JAKARTA, RC – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, menjadi pelopor pembangunan berkelanjutan melalui Gerakan Tobat Ekologis Nasional. Ajakan itu disampaikan saat memberikan kuliah umum dalam Dies Natalis ke-1 Universitas Harkat Negeri di Tegal, Jawa Tengah.

Menurut Jumhur, pemulihan lingkungan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Gerakan Tobat Ekologis Nasional didorong sebagai gerakan kolektif untuk menghentikan praktik yang merusak lingkungan sekaligus memperbaiki kerusakan yang telah terjadi.

"Kalau kerusakan lingkungan merupakan kesalahan kolektif, maka memperbaikinya juga harus menjadi gerakan kolektif. Saya mengajak seluruh masyarakat melakukan Tobat Ekologis Nasional dengan berkomitmen tidak lagi mengulangi kesalahan yang merusak bumi," kata Jumhur dikutip dari kemenlh.go.id.

Ia menegaskan pembangunan ekonomi harus tetap berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lingkungan justru akan menciptakan peluang baru melalui pengembangan green jobs dan green economy.

Jumhur juga menyampaikan optimisme terhadap peran Generasi Z dalam menjaga lingkungan. Berdasarkan berbagai riset, sekitar 80 persen Generasi Z di Indonesia memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan yang diwujudkan melalui aksi nyata, seperti penanaman pohon, rehabilitasi mangrove, hingga gerakan membersihkan sungai.

Sebagai implementasi Gerakan Tobat Ekologis Nasional, pemerintah menyiapkan sejumlah program, antara lain penanaman dua miliar pohon, rehabilitasi mangrove dan lahan kritis, pengendalian pencemaran sungai, peningkatan kepatuhan industri dalam pengelolaan limbah, serta penguatan tanggung jawab perusahaan sektor ekstraktif dalam merehabilitasi kawasan pascatambang.

Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, mengatakan krisis lingkungan hanya dapat diatasi melalui kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, institusi keuangan, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan.

Menutup kuliah umum, Jumhur menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi untuk mempercepat pemulihan lingkungan hidup serta mendukung terwujudnya pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Berita ini telah dibaca 7 kali
Font +
Font -
cross