Kanwil Ditjenpas Sulteng Kembangkan Budidaya Jahe Merah untuk Ketahanan Pangan

Terbit : 10 February 2026
Font +
Font -

PALU, RC — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah memperkuat komitmen ketahanan pangan melalui pengembangan budidaya jahe merah sebagai komoditas unggulan pembinaan kemandirian Warga Binaan. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, dalam kegiatan penguatan teknis pemasyarakatan di Aula Pemancingan Nagaya, Sabtu (7/2/2026).

Bagus Kurniawan mengatakan pengembangan jahe merah memiliki prospek berkelanjutan karena bernilai ekonomi, mudah dibudidayakan, serta sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 di sektor ketahanan pangan.

“Budidaya jahe merah bukan sekadar aktivitas pertanian, tetapi strategi pembinaan kemandirian yang memberi manfaat ekonomi nyata sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Bagus dilansir dari ditjenpas.go.id.

Menurut dia, program ketahanan pangan di lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) harus diarahkan pada komoditas yang produktif, adaptif terhadap kebutuhan pasar, serta dapat menjadi bekal keterampilan Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat.

“Kita ingin setiap program pembinaan memiliki kesinambungan, dari proses belajar, produksi, hingga peluang usaha, sehingga Warga Binaan benar-benar siap mandiri saat reintegrasi sosial,” ujarnya.

Selain pengembangan jahe merah, Bagus juga menyampaikan penguatan teknis pemasyarakatan yang mencakup arah kebijakan strategis, antara lain pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), komitmen pemberantasan narkoba, serta peningkatan kualitas dukungan manajemen di seluruh satuan kerja.

Ia menjelaskan, delapan satuan kerja di Sulawesi Tengah telah diusulkan untuk mendukung pelaksanaan program MBG, yang dirancang dengan pendampingan tenaga ahli gizi agar tepat sasaran.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber secara virtual, salah satunya Ari Nanu, yang memaparkan teknik budidaya jahe merah mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan, hingga strategi pemasaran dan potensi keuntungan ekonomi.

“Jahe merah memiliki nilai jual tinggi dan siklus panen yang menjanjikan. Jika dikelola secara konsisten, komoditas ini dapat menjadi sumber ketahanan pangan sekaligus peluang usaha produktif di lingkungan lapas dan rutan,” kata Ari.

Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah berharap penguatan program tersebut dapat mendorong sinergi antarunit pelaksana teknis dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kemandirian ekonomi serta kesiapan reintegrasi Warga Binaan ke masyarakat.

Berita ini telah dibaca 11 kali
Font +
Font -
cross