
JAKARTA, RC – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan Bursa Wirausaha Unggulan sebagai upaya mempercepat pencapaian target 10 juta wirausaha baru hingga 2029 sekaligus meningkatkan rasio kewirausahaan nasional.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menciptakan lebih banyak pelaku usaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja dan memperkuat perekonomian nasional.
"Program ini sejalan dengan arahan Presiden untuk menciptakan 10 juta pengusaha baru hingga tahun 2029. Semakin banyak wirausaha yang lahir dan berkembang, maka penyerapan tenaga kerja juga akan semakin besar," kata Maman dilansir dari umkm.go.id, Selasa (10/6/2026).
Bursa Wirausaha Unggulan yang menjadi rangkaian Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026 dirancang sebagai layanan terintegrasi bagi generasi muda, calon wirausaha, pelaku UMKM, hingga pengusaha untuk memperoleh akses pengembangan usaha dari hulu hingga hilir.
Melalui program tersebut, peserta mendapatkan pendampingan berupa pelatihan dan peningkatan kapasitas usaha, fasilitasi legalitas dan sertifikasi, pelatihan manajemen keuangan, akses pembiayaan, hingga perluasan jaringan pemasaran.
Menurut Maman, program ini bertujuan mencetak pengusaha yang tangguh melalui pembinaan yang komprehensif.
"Tujuannya adalah menghasilkan pengusaha-pengusaha yang tangguh. Dari proses awal kami dampingi, kami bekali kompetensi, mental usaha, dan perencanaan bisnis yang baik, hingga pada akhirnya kami buka akses pembiayaan dan pemasarannya," ujarnya.
Akses pembiayaan yang difasilitasi mencakup pembiayaan formal melalui perbankan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pembiayaan nonformal melalui perusahaan teknologi finansial (fintech) dan berbagai mitra usaha lainnya.
Kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan diikuti sekitar 1.500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Pada kesempatan itu juga dilakukan Deklarasi Wirausaha sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah dan jaringan perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional serta mendorong lahirnya generasi wirausaha muda Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan pemerintah akan terus mendorong UMKM tumbuh dan naik kelas agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"UMKM harus terus tumbuh dan naik kelas. Pertumbuhan ekonomi harus dapat dikontribusikan oleh UMKM sekaligus dinikmati oleh UMKM. Inilah yang disebut ekonomi yang berkeadilan," kata Muhaimin.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak wirausaha muda yang inovatif dan mampu menciptakan lapangan kerja.
Bursa Wirausaha Unggulan juga menghadirkan berbagai layanan dan kegiatan pengembangan kapasitas, mulai dari konsultasi usaha, workshop, forum kemitraan, hingga pameran produk dan inovasi para pelaku usaha.