FOTO/DISDIK.SULTENGPROV.GO.ID

Kolaborasi dengan Google, Pemprov Sulteng Pacu Akses dan Kualitas Pembelajaran Digital

Terbit : 10 April 2026
Font +
Font -

PALU, RC — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah resmi menjalin kerja sama dengan Google Indonesia untuk mempercepat digitalisasi pendidikan di daerah tersebut. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang difokuskan pada pembangunan ekosistem pembelajaran modern berbasis teknologi di seluruh satuan pendidikan.

Dilansir dari disdik.sultengprov.go.id, kerja sama tersebut menjadi bagian dari implementasi program unggulan Anwar Hafid–Reny Arniwaty Lamadjido, “Berani Cerdas”, yang menitikberatkan pada integrasi data, inovasi, dan digitalisasi pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza DP menyatakan kolaborasi ini strategis untuk meningkatkan kualitas dan akses pembelajaran di daerah.

"Kami mengapresiasi kolaborasi dengan Google ini untuk mendigitalisasi sekolah di Sulawesi Tengah. Ini langkah nyata agar anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berani menghadapi tantangan era digital," ujar Firmanza di Palu, Kamis (9/4/2026).

Melalui kemitraan ini, Google Indonesia akan mendukung implementasi ekosistem Google for Education, termasuk penyediaan perangkat Chromebook berbasis ChromeOS yang dinilai lebih aman, efisien, dan hemat biaya untuk kebutuhan pendidikan.

Perwakilan Google for Education, Surya Putra Sarungu, mengatakan salah satu fokus utama kerja sama ini adalah Program Kandidat Sekolah Rujukan Google.

"Dengan Google Workspace for Education, termasuk Google Classroom dan AI Gemini, guru dapat menciptakan pembelajaran yang jauh lebih interaktif. Kami percaya, teknologi ini bukan sekadar alat, melainkan katalisator untuk melahirkan generasi emas Sulawesi Tengah yang kompetitif secara global," papar Surya.

Kerja sama ini juga mencakup pelatihan bagi tenaga pendidik agar mampu memanfaatkan berbagai fitur digital secara optimal.

Secara nasional, Google Indonesia telah mendukung sejumlah inisiatif digitalisasi pendidikan, seperti akun belajar.id dan Program Bangkit untuk pelatihan machine learning. Kolaborasi ini juga selaras dengan platform Rumah Pendidikan yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Perwakilan Rumah Pendidikan, Fatmawati, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan transformasi pendidikan, khususnya di kawasan Indonesia timur.

"Sinergi antara pemerintah daerah, platform nasional, dan mitra teknologi seperti Google akan mempercepat pengurangan kesenjangan digital di Indonesia timur," katanya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap kerja sama ini dapat mengurangi kesenjangan digital antardaerah serta mencetak generasi muda yang kompeten dan siap bersaing di tingkat global.

Berita ini telah dibaca 10 kali
Font +
Font -
cross