
MORUT, RC – Produk kerajinan tangan hasil karya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kolonodale melalui program Lalona Handmade mulai mendapat perhatian dan diminati masyarakat.
Beragam kerajinan dihasilkan warga binaan, di antaranya tas berbahan plastik dan bunga plastik. Produk tersebut dibuat dengan memanfaatkan bahan plastik yang diolah secara kreatif menjadi barang yang memiliki nilai guna, estetika, sekaligus nilai ekonomi.
Selain menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian, Lalona Handmade menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan dan menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Program tersebut juga telah terdaftar hak patennya sebagai bentuk perlindungan terhadap hasil kreativitas dan inovasi yang dikembangkan warga binaan melalui pembinaan di Lapas Kolonodale.
Kepala Lapas Kolonodale Bambang Hari Widodo mengatakan pengembangan kerajinan merupakan bagian dari upaya memberikan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan kepada warga binaan.
“Kami terus mendorong Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan yang mereka miliki. Lalona Handmade menjadi salah satu wadah bagi mereka untuk berkarya, menghasilkan produk yang bermanfaat, sekaligus memiliki nilai ekonomi,” kata Bambang dilansir dari laman Ditjenpas, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, telah terdaftarnya hak paten diharapkan dapat memperkuat keberadaan Lalona Handmade sekaligus meningkatkan kepercayaan dan minat masyarakat terhadap produk hasil karya warga binaan.
“Dengan telah terdaftarnya hak paten, kami berharap produk ini semakin dikenal dan mendapat tempat di masyarakat,” ujarnya.
Dukungan masyarakat terhadap Lalona Handmade juga terlihat dari pembelian produk hasil karya warga binaan. Salah seorang pembeli, Sulastri, mengaku tertarik dengan tas dan bunga plastik karena memiliki bentuk yang unik dan dibuat secara manual.
“Saya tertarik membeli karena hasilnya bagus dan unik. Selain bisa digunakan atau dijadikan hiasan, membeli produk ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap hasil karya Warga Binaan agar mereka terus semangat berkarya,” ungkapnya.
Lalona Handmade tidak hanya menjadi sarana pembinaan keterampilan, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan kemampuan warga binaan kepada masyarakat.
Melalui pembinaan yang konsisten dan dukungan masyarakat, Lapas Kolonodale terus mendorong warga binaan agar produktif serta memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah menjalani masa pembinaan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Kolonodale menghadirkan program pemasyarakatan yang produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.