
PALU, RC – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keamanan obat dan pangan melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Keliling yang digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Yayasan Nambaso Berani Sejahtera di Kelurahan Pengawu, Kota Palu.
Dilansir dari laman BBPOM Palu, kegiatan tersebut menyasar masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), yang dinilai lebih rentan terhadap risiko penggunaan obat dan konsumsi pangan yang tidak memenuhi ketentuan.
Kegiatan dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Administrasi Umum. Kehadiran BBPOM Palu menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai penggunaan obat dan konsumsi pangan yang aman sebagai upaya melindungi kesehatan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, petugas BBPOM Palu mengajak masyarakat menerapkan prinsip Cek KLIK, yakni memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli maupun menggunakan produk obat dan makanan. Edukasi juga menekankan pentingnya memilih pangan yang aman dan bermutu, terutama bagi lansia yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap dampak produk yang tidak memenuhi standar keamanan.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui penjelasan langsung kepada peserta, pembagian leaflet, serta penggunaan media x-banner agar informasi lebih mudah dipahami. Masyarakat juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi dengan petugas mengenai keamanan produk yang beredar di pasaran, termasuk cara memastikan suatu produk telah memiliki izin edar resmi.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan selama sesi edukasi. Hal itu menunjukkan masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi mengenai keamanan obat dan makanan serta pentingnya menjadi konsumen yang cermat dalam memilih produk.
Melalui kegiatan ini, BBPOM Palu berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menerapkan Cek KLIK sebagai langkah sederhana untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko penggunaan obat maupun konsumsi pangan yang tidak aman.
Edukasi tersebut juga diharapkan mendorong masyarakat menyebarluaskan informasi kepada lingkungan sekitar sehingga kesadaran memilih produk obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat terus meningkat.