FOTO/DITJENPAS.GO.ID

Lapas Luwuk Panen Hasil Pertanian Warga Binaan, Dukung Program Ketahanan Pangan

Terbit : 17 May 2026
Font +
Font -

LUWUK, RC – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk memanen sejumlah hasil pertanian yang dikelola warga binaan dalam program pembinaan kemandirian, Rabu (13/5/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan keterampilan sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Pada panen kali ini, warga binaan berhasil memanen 35 kilogram sawi, lima kilogram bayam, lima kilogram kangkung, serta lima kilogram pakcoy dari area pertanian hidroponik.

Sebagian hasil panen, yakni 23 kilogram sawi, dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas melalui vendor penyedia bahan makanan. Sementara hasil panen lainnya dipasarkan kepada pengunjung Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, mengatakan program pertanian tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Program ini menjadi sarana pembinaan yang positif bagi warga binaan agar mereka memiliki keterampilan dan semangat produktif selama menjalani masa pembinaan,” kata Bahrun dilansir dari ditjenpas.go.id.

Menurutnya, program pembinaan pertanian akan terus dikembangkan, baik melalui metode pertanian konvensional maupun hidroponik, guna meningkatkan hasil dan manfaat yang dapat diperoleh warga binaan.

Salah seorang warga binaan berinisial A mengaku memperoleh pengalaman baru melalui program tersebut. Selain belajar teknik bercocok tanam, kegiatan itu juga dinilai memberikan pembelajaran mengenai disiplin dan kerja sama.

“Kami merasa bangga karena hasil kerja kami bisa dimanfaatkan dan dijual. Dari kegiatan ini kami belajar disiplin, cara bercocok tanam, dan bagaimana bekerja sama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, mengapresiasi pelaksanaan program pembinaan produktif di Lapas Luwuk.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan, tetapi juga mendukung program penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Program pertanian di Lapas Luwuk menjadi salah satu upaya pembinaan yang diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

Berita ini telah dibaca 4 kali
Font +
Font -
cross