
TOLITOLI, RC — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli terus berkomitmen memberikan pelayanan pembinaan yang bermanfaat bagi Warga Binaan, salah satunya melalui program pemberantasan buta aksara dan peningkatan kemampuan berhitung.
Dilansir dari laman ditjenpas.go.id, kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan pada Rabu (21/1/2026) di perpustakaan Lapas Tolitoli.
Pembelajaran difokuskan pada mata pelajaran Sejarah dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bagi Warga Binaan yang mengikuti program pendidikan Paket B dan Paket C. Materi disampaikan oleh petugas registrasi yang didampingi peserta magang, dengan topik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan hak Warga Binaan dalam memperoleh pendidikan sekaligus program pembinaan kepribadian. Ia berharap program tersebut dapat menjadi bekal pengetahuan dan keterampilan dasar bagi Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Feldianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi sekaligus menanamkan wawasan kebangsaan dan pemahaman sejarah bangsa Indonesia.
Kepala Subseksi Registrasi, Syafrudin Basirun, menambahkan bahwa pembelajaran ini juga mendukung tertib administrasi serta pembinaan yang terintegrasi, sehingga seluruh Warga Binaan dengan keterbatasan literasi dapat terdata dan memperoleh hak pendidikan secara merata melalui program Paket B dan Paket C.
Salah satu Warga Binaan, Rudi, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai sangat membantu meningkatkan kemampuan membaca, menulis, serta pemahaman sejarah nasional.