FOTO/KEMENAG SULTENG

Lebaran Anak Yatim 2026, Kemenag Sulteng Bagikan 3.000 Paket untuk Anak Yatim dan Disabilitas

Terbit : 26 June 2026
Font +
Font -

PALU, RC – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Tengah menyalurkan sekitar 3.000 paket bantuan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas di seluruh Sulawesi Tengah dalam rangkaian peringatan Muharram 1448 Hijriah. Penyaluran bantuan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia melalui kegiatan Lebaran Anak Yatim dan Disabilitas 2026 yang digelar secara daring bersama Kementerian Agama RI, Kamis (25/6).

Di Kota Palu, kegiatan dipusatkan di Kantor Perwakilan Baitul Munzalan Indonesia (BMI). Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, H. Junaidin, secara simbolis menyerahkan bantuan kepada penerima manfaat. Sebanyak 200 paket disalurkan di Kota Palu, sementara total bantuan untuk wilayah Sulawesi Tengah mencapai sekitar 3.000 paket.

Mengusung tema "Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri", kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Tengah dan sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Junaidin mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menghadirkan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, Baznas, LAZ, dan berbagai mitra dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Ini adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin, karena dalam harta yang kita miliki terdapat hak orang lain, terutama anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan," ujarnya dilansir dari sulteng.kemenag.go.id.

Ia menegaskan zakat, infak, dan sedekah merupakan bagian penting dari program Kementerian Agama yang akan terus didorong agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Karena itu, Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah berkomitmen memperkuat kerja sama dengan Baznas maupun LAZ dalam mengembangkan program-program pemberdayaan ke depan.

Junaidin juga mengajak pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung kegiatan kemanusiaan serupa agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Kepada anak yatim dan penyandang disabilitas yang menerima bantuan, ia berpesan agar tetap memiliki semangat dan tidak kehilangan harapan dalam menjalani kehidupan. Sementara kepada para muzaki, ia menyampaikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan telah menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima sekaligus menjadi amal yang bernilai ibadah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Baznas Sulawesi Tengah, perwakilan LAZ di Sulawesi Tengah, di antaranya Baitul Munzalan Indonesia (BMI), Yayasan Kesejahteraan Masyarakat (Yakesma), Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Hidayatullah, pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI), Ketua Tim Zakat Wakaf Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, serta Wakil Ketua I Baznas Sulawesi Tengah.

Berita ini telah dibaca 4 kali
Font +
Font -
cross