Menag Tegaskan NU Adalah Pesantren Besar Penjaga Keilmuan dan Moderasi Bangsa

Terbit : 2 February 2026
Font +
Font -

JAKARTA, RC - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan “pesantren besar” dengan kekuatan keilmuan, tradisi, dan moderasi yang kokoh dalam menjaga kehidupan beragama dan kebangsaan di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Menag memberikan Khutbah Syuriah pada peringatan Harlah 100 Tahun Masehi NU bertema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia” di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Menag, perjalanan satu abad menunjukkan kematangan NU sebagai organisasi. Tradisi pesantren yang menjadi ruh NU sarat dengan dinamika keilmuan, termasuk dialog dan perdebatan antarmazhab, yang mencerminkan kuatnya budaya akademik di lingkungan NU.

“Diskusinya bisa sangat dinamis, bahkan keras, tetapi itulah kekuatan keilmuan pesantren,” ujarnya dilansir dari kemenag.go.id.

Menag menilai NU sebagai keluarga besar yang penuh dinamika, namun tetap menjaga keharmonisan dan keterbukaan. Ia menegaskan bahwa NU mampu merangkul perbedaan tanpa kehilangan persatuan.

Menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan cepat berubah, Menag mendorong NU untuk memperkuat kepemimpinan kolektif dengan menyiapkan figur-figur manajer yang mengedepankan kerja tim.

“Ke depan, NU perlu menguatkan kepemimpinan berbasis super team atau the power of we,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepemimpinan ideal adalah perpaduan antara pemimpin dan pengelola, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan itu, Menag juga menegaskan komitmen NU terhadap prinsip moderasi beragama. Menurutnya, NU tidak menyamakan yang berbeda dan tidak membedakan yang sama.

“Inilah prinsip moderasi NU yang menjadi fondasi penting menjaga kerukunan dan kedamaian bangsa,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Menag menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas satu abad perjalanan NU dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara.

Berita ini telah dibaca 9 kali
Font +
Font -
cross