FOTO/BANGGAIKAB.GO.ID

Mendes PDT Yandri Susanto Tinjau Kopdes di Banggai, Dorong Pemerataan Ekonomi Desa

Terbit : 14 April 2026
Font +
Font -

BANGGAI, RC Bupati Banggai Regency, Amirudin, menyambut langsung kedatangan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Minggu (12/4/2026).

Kunjungan tersebut merupakan agenda perdana Mendes PDT ke Kabupaten Banggai dalam rangka peninjauan dan monitoring Koperasi Desa Merah Putih. Penyambutan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk unsur Forkopimda serta kepala daerah dari wilayah Banggai bersaudara.

Usai penyambutan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan untuk meninjau langsung pelaksanaan program koperasi desa.

Dalam sambutannya, Bupati Amirudin menyampaikan bahwa dari total 337 koperasi di Kabupaten Banggai, seluruhnya telah memiliki akta notaris pendirian. Selain itu, sebanyak 87 koperasi tengah dalam tahap pembangunan, sementara 85 desa dan dua kelurahan telah mulai beroperasi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan fisik koperasi perlu diikuti dengan dukungan operasional agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

“Kami berharap tidak hanya bangunan yang berdiri, tetapi juga dukungan untuk operasional, sehingga layanan seperti toko, klinik, dan kebutuhan pokok bisa segera berjalan,” ujar Amirudin dilansir dari banggaikab.go.id.

Ia juga mendorong pengurus koperasi untuk meningkatkan integritas, inovasi, dan semangat kebersamaan dalam pengelolaan koperasi agar berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah berencana mengisi koperasi dengan berbagai barang bersubsidi seperti gas elpiji, pupuk, dan beras guna mendukung kebutuhan warga.

Sementara itu, Mendes PDT Yandri Susanto menjelaskan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerataan ekonomi desa. Ia menegaskan bahwa dana desa tidak dipotong, melainkan diarahkan untuk penguatan tata kelola dan pemanfaatannya.

Menurutnya, koperasi desa nantinya akan didukung fasilitas seperti kendaraan operasional dan berfungsi sebagai pusat layanan ekonomi, termasuk simpan pinjam dengan bunga rendah, distribusi pupuk, elpiji, sembako, hingga layanan pembayaran listrik dan bantuan sosial.

“Koperasi Desa Merah Putih menjadi alat pemerataan ekonomi. Sebagian pendapatan akan menjadi pendapatan asli desa, sementara sisanya kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Yandri juga mengaitkan program koperasi desa dengan program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), yang mendorong terbentuknya desa-desa tematik berbasis swasembada pangan.

Ia meminta pemerintah daerah di wilayah Banggai bersaudara untuk memetakan potensi desa tematik guna mendukung rantai pasok program tersebut melalui koperasi desa atau BUMDes.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama para kepala desa dan pengurus koperasi.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan desa serta mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program Koperasi Desa Merah Putih.

Berita ini telah dibaca 1 kali
Font +
Font -
cross