FOTO/KEMENLH

Menteri LH Tantang Dunia Usaha Berkontribusi Nyata Pulihkan Lingkungan

Terbit : 9 July 2026
Font +
Font -

JAKARTA, RC Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mengajak seluruh pelaku usaha berperan aktif dalam pemulihan lingkungan melalui investasi hijau dan rehabilitasi ekosistem. Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan penanaman mangrove di Desa Labuhan Alas, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sebagai bagian dari gerakan pertobatan ekologis nasional dan upaya mendukung target penanaman dua miliar pohon menuju Indonesia Asri.

Menteri Jumhur menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, media, dan seluruh elemen bangsa. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan ekosistem sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.

"Melalui semangat tobat ekologis dan sinergi biru, kita bersama-sama membangun Indonesia yang lebih ASRI, bersih, dan lebih tangguh menghadapi perubahan iklim," ujar Menteri Jumhur dikutip dari kemenlh.go.id.

Ia menjelaskan, gerakan penanaman mangrove merupakan bagian dari pertobatan ekologis nasional sebagai bentuk refleksi atas berbagai aktivitas yang selama ini mengabaikan kelestarian lingkungan. Menurutnya, upaya rehabilitasi tidak hanya memulihkan ekosistem, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

Indonesia saat ini memiliki sekitar 23 persen ekosistem mangrove dunia yang berfungsi melindungi wilayah pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, dan intrusi air laut. Selain itu, mangrove berperan sebagai penyerap karbon biru (blue carbon) yang mampu menyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan daratan. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, rehabilitasi mangrove telah dilakukan di sekitar 473 hektare yang tersebar di 12 lokasi.

Menteri Jumhur berharap rehabilitasi mangrove di Labuhan Alas dapat menjadi model pemulihan ekosistem berbasis kolaborasi yang dapat diterapkan di berbagai daerah. Menurutnya, keberhasilan program tersebut juga akan memperkuat kontribusi Indonesia dalam aksi iklim global dan pembangunan berkelanjutan.

Ia juga mengimbau dunia usaha untuk mengalokasikan sebagian sumber daya perusahaan bagi kegiatan pemulihan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap kerusakan ekosistem.

"Jangan ragu untuk menginvestasikan sebagian sumber daya perusahaan Anda bagi pemulihan lingkungan," katanya.

Menutup pernyataannya, Menteri Jumhur menegaskan bahwa kerusakan lingkungan merupakan tanggung jawab kolektif sehingga proses pemulihannya juga harus dilakukan secara bersama-sama. Ia meyakini gerakan penanaman pohon akan menumbuhkan kesadaran untuk terus menjaga dan memulihkan hutan serta lingkungan hidup.

Berita ini telah dibaca 7 kali
Font +
Font -
cross