Momentum Ramadan, Menag Ajak Umat Beragama Cintai dan Jaga Alam

Terbit : 16 March 2026
Font +
Font -

JAKARTA, RC – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat beragama untuk memperlakukan alam dengan kasih sayang dan menjaga lingkungan hidup. Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Mudzakarah Istiqlal di Jakarta, Sabtu (15/3/2026).

Dilansir dari kemenag.go.id, Nasaruddin menegaskan manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam, bukan merusaknya. Ia mengingatkan bahwa sejak awal penciptaan manusia telah diperingatkan mengenai potensi kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh manusia di muka bumi.

Menag menilai berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran manusia untuk menjaga alam. Ia mencontohkan praktik pembakaran hutan, perusakan gunung, hingga reklamasi yang tidak terkendali sebagai bentuk kerusakan lingkungan yang harus dihindari.

Selain itu, Nasaruddin juga menyinggung konflik kemanusiaan yang masih terjadi di berbagai wilayah dunia, seperti di Palestina dan Iran, yang menurutnya menunjukkan bagaimana manusia kerap menimbulkan kerusakan dan pertumpahan darah.

Menurut Menag, manusia dipilih menjadi khalifah di bumi karena memiliki kemampuan berpikir, inisiatif, dan keberanian yang tidak dimiliki makhluk lain. Namun keistimewaan tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan alam dan tidak menyakiti makhluk hidup.

Ia juga mengingatkan agar manusia tidak merusak lingkungan atau menyakiti hewan tanpa alasan, karena seluruh makhluk hidup memiliki peran dalam menjaga keseimbangan alam.

Dalam kesempatan itu, Menag turut mencontohkan teladan Muhammad dalam memperlakukan hewan dan alam dengan penuh kasih sayang. Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu diteladani umat beragama dalam kehidupan sehari-hari.

Menag berharap momentum Ramadan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperkuat hubungan harmonis antara manusia dan alam.

“Jika manusia mencintai alam semesta, maka alam juga akan memberikan kebaikan bagi manusia. Sebaliknya, jika manusia merusak dan menyiksa alam, maka dampaknya juga akan kembali kepada manusia,” ujarnya.

Berita ini telah dibaca 16 kali
Font +
Font -
cross