
PALU, RC – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai sarana memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, serta menebarkan semangat kedamaian di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi bangsa saat ini.
Safri mengingatkan bahwa peringatan 1 Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Hijriah, melainkan momentum refleksi atas peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah yang sarat dengan nilai-nilai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
"Hijrah mengajarkan kepada kita tentang keberanian melakukan perubahan, dari kondisi yang kurang baik menuju kebaikan, dan dari kebaikan menuju kemuliaan yang lebih tinggi. Hijrah juga mengajarkan pentingnya persatuan, pengorbanan, dan persaudaraan sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang kuat," ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Menurut Safri, nilai-nilai hijrah sangat relevan dengan kondisi kehidupan bermasyarakat saat ini. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya karena berpotensi memicu permusuhan dan perpecahan.
Sekretaris Komisi III itu mengajak seluruh umat Islam dan masyarakat Sulawesi Tengah untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah sebagai modal penting dalam merawat keharmonisan sosial.
"Jangan sampai kita mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi jika informasi tersebut dapat menimbulkan kebencian dan perpecahan di tengah masyarakat," katanya.
Safri menegaskan bahwa agama pada hakikatnya mengajarkan kasih sayang dan kedamaian. Karena itu, agama tidak boleh dijadikan alasan untuk menyebarkan kebencian maupun prasangka, melainkan harus menjadi sumber kebijaksanaan dan energi positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan semangat hijrah sebagai tindakan nyata melalui upaya memperbaiki diri, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, memperkuat solidaritas sosial, serta berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Menurutnya, Sulawesi Tengah memiliki kekayaan alam dan keberagaman budaya yang besar. Namun, modal utama yang harus terus dijaga adalah persatuan masyarakatnya.
"Oleh karena itu, mari kita rawat kebersamaan, gotong royong, dan semangat saling menghargai sebagai kekuatan utama dalam membangun Sulawesi Tengah yang maju, sejahtera, dan berkeadilan," tuturnya.
Safri berharap Tahun Baru Islam tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, persatuan, serta kemajuan bagi Sulawesi Tengah dan bangsa Indonesia.
"Semoga Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, persatuan, dan kemajuan bagi Sulawesi Tengah serta bagi bangsa Indonesia," pungkasnya.