MUI Kota Palu Kampanyekan Gerakan 15 Menit Tanpa Gawai, Perkuat Ikatan Orang Tua dan Anak

Terbit : 6 June 2026
Font +
Font -

PALU, RC Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah menggelar kegiatan Edukasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan Cinta Rupiah bagi mitra kerja lintas sektor di Kantor Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Kamis (4/6/2026), sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak sekaligus meningkatkan literasi keuangan keluarga.

Kegiatan yang diselenggarakan Tim Kerja 3 BKKBN Sulawesi Tengah tersebut diikuti berbagai mitra kerja dan bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak serta pengelolaan keuangan keluarga yang sehat dan aman.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Nuryamin, menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Menurutnya, melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), para ayah didorong untuk mengambil peran lebih aktif dalam pengasuhan anak guna mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera.

“Melalui GATI, para ayah didorong untuk lebih terlibat dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera,” ujarnya dilansir dari sulteng.kemendukbangga.go.id.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua FKUB Sulawesi Tengah sekaligus Ketua MUI Kota Palu, Zainal Abidin, menyampaikan materi mengenai rekonstruksi peran ayah dalam pengasuhan melalui konsep Involved Fatherhood dalam perspektif Islam.

Ia menjelaskan bahwa peran ayah tidak hanya terbatas sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, pelindung, pembimbing, dan teladan bagi anak. Menurutnya, keterlibatan ayah secara fisik maupun emosional memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter dan masa depan anak.

Selain edukasi pengasuhan, peserta juga mendapatkan materi Cinta Rupiah dari Tim Laskar Rupiah yang membahas cara mengenali keaslian uang rupiah, berbagai bentuk kejahatan keuangan yang perlu diwaspadai, serta mekanisme pelaporan apabila menemukan atau menjadi korban tindak kejahatan finansial.

Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga serta mampu melindungi diri dari berbagai risiko kejahatan keuangan.

Menutup pemaparannya, Prof. Zainal mengajak peserta membiasakan gerakan 15 menit tanpa gawai setiap hari sebagai langkah sederhana memperkuat komunikasi dalam keluarga.

Menurutnya, kehadiran orang tua secara utuh tanpa gangguan telepon genggam dapat membantu membangun kedekatan emosional dengan anak dan menciptakan hubungan keluarga yang lebih harmonis.

Melalui kegiatan Edukasi GATI dan Cinta Rupiah ini, BKKBN Sulawesi Tengah berharap terbangun kesadaran yang lebih kuat mengenai pentingnya peran ayah dalam pengasuhan serta meningkatnya kemampuan keluarga dalam mengelola keuangan secara sehat demi mewujudkan keluarga yang berkualitas dan berketahanan.

Berita ini telah dibaca 3 kali
Font +
Font -
cross