FOTO/HUMAS POLRES SIGI

Pascagempa M 6,7, Polres Sigi Gerak Cepat Lakukan Penanganan Darurat

Terbit : 18 June 2026
Font +
Font -

SIGI, RC Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) menyebabkan kerusakan puluhan rumah, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, serta infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Sigi. Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan karena berada relatif dekat dengan pusat gempa di Kabupaten Parigi Moutong.

Data sementara hingga pukul 15.30 WITA mencatat sebanyak 20 rumah mengalami rusak berat dan 16 rumah rusak ringan. Selain itu, dua fasilitas pendidikan dan empat rumah ibadah turut mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

Di Kecamatan Palolo, sedikitnya 15 rumah mengalami rusak berat dan 12 rumah rusak ringan. Satu rumah ibadah juga dilaporkan mengalami kerusakan. Gempa turut menyebabkan retakan pada sejumlah ruas jalan lingkungan, sementara akses ke beberapa wilayah sempat terganggu akibat pohon tumbang yang menutup badan jalan.

Sementara itu, di Kecamatan Nokilalaki, lima rumah warga mengalami kerusakan, bersama tiga rumah ibadah dan satu fasilitas pendidikan. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah jalan penghubung antarwilayah dan beberapa jembatan yang menjadi akses utama masyarakat.

Seorang warga di Kecamatan Nokilalaki dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa material bangunan dan telah mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat bencana tersebut.

Dampak gempa juga dirasakan di sejumlah kecamatan lain, di antaranya Sigi Kota, Sigi Biromaru, Gumbasa, Dolo, dan Dolo Barat. Kerusakan yang terjadi meliputi rumah warga, bangunan pemerintah, fasilitas umum, dan infrastruktur pendukung lainnya dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Kasi Humas Polres Sigi, Iptu Nuim Hayat, mewakili Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga, mengatakan aparat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait telah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, pendataan kerusakan, serta pengamanan di lokasi terdampak.

“Data yang disampaikan saat ini masih bersifat sementara dan terus berkembang seiring proses pendataan di lapangan. Polres Sigi tetap berkoordinasi secara intensif dengan BPBD Kabupaten Sigi dan instansi terkait lainnya untuk memperoleh data yang akurat dan terkini mengenai dampak gempa,” ujar Iptu Nuim dilasnir dari polressigi.id.

Untuk memperkuat penanganan pascagempa, sebanyak 48 personel Brimob Polda Sulawesi Tengah disiagakan guna membantu proses evakuasi, pelayanan masyarakat, dan pengamanan wilayah terdampak.

Saat ini sebagian warga masih bertahan di area terbuka karena khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan dan potensi runtuhan bangunan yang mengalami kerusakan.

Polres Sigi mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Sigi dilaporkan tetap aman dan kondusif.

Berita ini telah dibaca 3 kali
Font +
Font -
cross