FOTO/DKIPS KOTA PALU

Pemkot Palu Gandeng ITB dalam Percepatan 88 Program Pembangunan

Terbit : 11 June 2026
Font +
Font -

PALU, RC – Pemerintah Kota Palu mulai menindaklanjuti rencana kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah. Dalam pertemuan virtual yang digelar Selasa (9/6/2026), Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyatakan akan menyerahkan 88 program pemerintah kota kepada ITB untuk dipetakan sesuai bidang keahlian perguruan tinggi tersebut.

"Kami akan menyerahkan 88 program Pemerintah Kota Palu. Dari 88 program itu, silakan pihak ITB memetakan ingin masuk di ruang mana saja dan bentuk kerja sama apa yang dibutuhkan terkait pelaksanaan program-program tersebut," ujar Hadianto dilansir dari palukota.go.id.

Menurut wali kota, langkah tersebut dilakukan agar kolaborasi yang dibangun lebih fokus dan menghasilkan dukungan konkret terhadap percepatan pembangunan Kota Palu.

Pemerintah Kota Palu selanjutnya menunggu masukan dari ITB mengenai program-program yang berpotensi untuk dikerjasamakan sebelum pembahasan teknis dilakukan lebih lanjut.

"Setelah itu, kami akan membagikan secara lengkap 88 program tersebut agar dapat dikomunikasikan lebih lanjut dan langsung fokus pada bentuk kolaborasi yang akan dijalankan," katanya.

Pertemuan daring tersebut diikuti langsung oleh Wali Kota Hadianto Rasyid. Sementara Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, bersama sejumlah pejabat terkait mengikuti rapat dari Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kota Palu.

Sebanyak 88 program yang akan ditawarkan kepada ITB merupakan gabungan program pembangunan Pemerintah Kota Palu sejak periode pertama kepemimpinan Hadianto pada 2021–2024 sebanyak 53 program, serta tambahan 35 program prioritas pada periode 2025–2030.

Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kota Palu berharap memperoleh dukungan akademik, kajian ilmiah, inovasi teknologi, serta pendampingan dalam implementasi program-program strategis guna mempercepat terwujudnya pembangunan Kota Palu yang berkelanjutan dan kolaboratif.

Berita ini telah dibaca 2 kali
Font +
Font -
cross