FOTO/KEMENDUKBANGGA SULTENG

Peringati Harganas dan Hari Lanjut Usia Nasional, BKKBN Sulteng Gelar Layanan Gratis bagi Masyarakat

Terbit : 26 June 2026
Font +
Font -

PALU, RC – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN) Sulawesi Tengah menggelar berbagai layanan gratis bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Kamis (25/6/2026), menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan mata, donor darah, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

Kegiatan bertajuk Gerakan Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh (Sidaya) dan Ayah Wajib Hadir itu melibatkan pemerintah daerah, mitra kesehatan, komunitas, serta berbagai unsur masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga lintas generasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama peserta dari Sekolah Lansia Maroso. Selanjutnya, masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas Birobuli, Baznas Sulawesi Tengah, dan TP PKK Sulawesi Tengah, pemeriksaan mata dari SMEC, serta layanan donor darah yang difasilitasi RSUD Anutapura Palu.

Selain layanan kesehatan, kegiatan juga menghadirkan gelar dagang Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) yang menampilkan berbagai produk hasil usaha keluarga binaan sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi keluarga.

Dalam kesempatan yang sama, BKKBN juga mengampanyekan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan melalui kegiatan Morning Duty Challenge. Para ayah bersama anak mengikuti tantangan menyiapkan kebutuhan sekolah, mulai dari mengenakan seragam hingga memasangkan sepatu.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun keluarga yang kuat melalui perhatian terhadap seluruh anggota keluarga, mulai dari anak hingga lanjut usia.

"Lansia harus tetap menjadi bagian yang aktif dalam keluarga dan masyarakat, sementara ayah juga harus mengambil peran dalam pengasuhan anak. Keluarga yang kuat dibangun ketika setiap anggota keluarga hadir dan saling mendukung," ujarnya dilansir dari sulteng.kemendukbangga.go.id.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap lansia dan penguatan peran ayah menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan bonus demografi.

"Lansia ini makin hari makin banyak. Bonus demografi semakin besar, tentu tantangannya juga semakin banyak. Saya apresiasi adanya Sekolah Lansia karena membuat ibu-ibu tetap produktif, tidak hanya tinggal di rumah dan kehilangan aktivitas," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran ayah dalam proses pengasuhan anak.

"Anak tidak hanya membutuhkan ayah yang bekerja keras, tetapi juga ayah yang hadir. Kehadiran bapak secara aktif berdampak pada perkembangan anak," ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulawesi Tengah, Dinas P2KB Kabupaten Buol, Baznas, Bank Syariah Indonesia, Gerakan Ayah Teladan Indonesia Sulawesi Tengah, serta Komunitas Lingkar Ayah Sulawesi Tengah.

Berita ini telah dibaca 6 kali
Font +
Font -
cross