
DONGGALA, RC – Polres Donggala menggelar simulasi penanganan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) melalui praktik Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) untuk meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi situasi darurat di lapangan. Kegiatan berlangsung di Ruang SPKT Polres Donggala, Rabu (10/6/2026).
Simulasi dipimpin Ps. Kasidokkes Polres Donggala, Aiptu Arifuddin, S.Kep., dan diikuti Kabagops Polres Donggala AKP Wakhidin bersama sejumlah personel Polres Donggala.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik langsung mengenai penanganan korban henti jantung dan henti napas. Materi disampaikan oleh Dokter Mitra Polres Donggala, dr. Krestina Martha Tuhalauruw, serta Surianti, S.Kep., Ns. dari Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI).
Aiptu Arifuddin menjelaskan bahwa simulasi dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada personel terkait langkah-langkah penyelamatan pada kondisi kritis sebelum korban memperoleh penanganan medis lanjutan.
“Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mempraktikkan langsung teknik Resusitasi Jantung dan Paru melalui berbagai skenario kegawatdaruratan,” ujarnya.
Menurutnya, simulasi dilakukan dengan pendekatan situasi lapangan yang memungkinkan personel memahami prosedur penanganan secara cepat, tepat, dan sesuai standar pertolongan pertama.
Sementara itu, Kabagops Polres Donggala AKP Wakhidin menegaskan bahwa kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan keterampilan dasar yang penting dimiliki setiap anggota kepolisian.
Ia menjelaskan, personel Polri sering kali menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi kejadian, sehingga kemampuan melakukan tindakan awal dapat berperan penting dalam menyelamatkan nyawa korban.
“Pengetahuan dan keterampilan dasar kegawatdaruratan sangat dibutuhkan karena anggota Polri kerap berhadapan langsung dengan situasi darurat sebelum tenaga medis tiba di lokasi,” kata Wakhidin.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Donggala berharap seluruh personel semakin siap dan sigap dalam menghadapi kondisi darurat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam tindakan penyelamatan jiwa.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang mengikuti seluruh rangkaian simulasi hingga selesai.