
PALU, RC — Pelaksanaan pesantren kilat Ramadan 1447 Hijriah di Lapas Perempuan Kelas III Palu memasuki hari ketiga pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Musala An-Nisa tersebut diikuti warga binaan dan dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Sigi.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan menerima materi tentang sejarah Al-Qur’an yang disampaikan penyuluh agama Kemenag Sigi, Muhibbah. Materi tersebut membahas proses turunnya Al-Qur’an, perjalanan penulisannya, hingga proses penghimpunannya menjadi kitab suci umat Islam.
Selain itu, peserta juga mengikuti praktik penyelenggaraan jenazah sesuai syariat Islam. Dalam sesi tersebut, warga binaan mempelajari tata cara memandikan, mengafani, hingga proses pengurusan jenazah.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Perempuan Palu, Effendy, mengatakan pesantren kilat Ramadan merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian bagi warga binaan, khususnya untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan.
“Melalui kegiatan pesantren kilat ini kami ingin memberikan pembinaan spiritual kepada warga binaan agar mereka dapat memperdalam pemahaman agama sekaligus menjadikannya sebagai bekal untuk memperbaiki diri,” ujarnya dilansir dari ditjenpas.go.id.
Ia berharap rangkaian kegiatan selama bulan Ramadan dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan di dalam lapas.
Sementara itu, Muhibbah menjelaskan materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pemahaman keagamaan, tetapi juga keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui materi sejarah Al-Qur’an, kami ingin warga binaan memahami proses turunnya kitab suci sekaligus menyadari pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Sementara praktik pengurusan jenazah menjadi bekal ilmu yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Salah satu warga binaan berinisial AA mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan baru baginya, mulai dari sejarah Al-Qur’an hingga praktik pengurusan jenazah.
Kegiatan pesantren kilat kemudian ditutup dengan kuis dan permainan yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Selain menjadi sarana evaluasi, kegiatan tersebut juga menciptakan suasana kebersamaan di antara para peserta selama pelaksanaan pesantren kilat Ramadan.