Program BERANI Mulai Tunjukkan Hasil, Pemprov Sulteng Beberkan Capaian Terbaru

Terbit : 8 July 2026
Font +
Font -

PALU, RC - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memaparkan capaian Program BERANI yang telah berjalan sejak Januari 2025 dalam konferensi pers di Kantor Bappeda Sulawesi Tengah, Senin (6/7/2026). Program unggulan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido itu disebut mulai menunjukkan hasil melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.

Konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Tengah tersebut dibuka Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido dan dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah serta insan pers.

Dalam kesempatan itu, dr. Reny menegaskan Program BERANI dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, bukan sekadar menjadi slogan pemerintahan.

"Media merupakan mitra strategis pemerintah. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan agar pelaksanaan Program BERANI terus berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujar Reny dikutip dari sultengprov.go.id.

Pada sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengalokasikan sekitar Rp351 miliar melalui program BERANI Cerdas pada 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), beasiswa mahasiswa, subsidi pendidikan, bantuan seragam sekolah, peningkatan kompetensi guru, digitalisasi sekolah, serta revitalisasi satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, mengatakan investasi di bidang pendidikan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka kemiskinan.

"Anggaran Rp351 miliar ini merupakan komitmen Bapak Gubernur dalam membangun fondasi peradaban Sulawesi Tengah melalui pendidikan. Pendidikan adalah kunci untuk mengentaskan kebodohan dan kemiskinan," katanya.

Di bidang kesehatan, program BERANI Sehat terus memperluas akses layanan melalui pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan, bantuan bagi masyarakat kurang mampu, serta layanan Non-JKN bagi kasus yang belum ditanggung BPJS. Hingga Juni 2026, realisasi anggaran program tersebut mencapai sekitar Rp52,4 miliar.

Sementara itu, melalui program BERANI Lancar, pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur dengan menangani 57 ruas jalan, membangun 10 jembatan, serta melaksanakan kontrak tahun jamak untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Pemerintah juga mendukung pembangunan jalan desa sebagai bagian dari target pembangunan 1.000 kilometer jalan desa.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, Faidul Keteng, mengatakan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.

"Pembangunan jalan dan jembatan bukan hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, sekaligus mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru," ujarnya.

Melalui pemaparan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan Program BERANI sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses layanan kesehatan, serta memperkuat konektivitas wilayah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Berita ini telah dibaca 5 kali
Font +
Font -
cross