Sesalkan Pernyataan Gus Fuad Plered, Ketua PKB Sulteng: Negara Akui Kontribusi Guru Tua Menjaga NKRI

Terbit : 29 March 2025
Font +
Font -

PALU, RC - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah mengecam keras pernyataan Muhammad Fuad Riyadi alias Gus Fuad Plered yang menyebut pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) dengan sebutan tidak pantas.

Ketua DPW PKB Sulteng, Rahmawati M Nur menegaskan narasi yang disampaikan Fuad Riyadi melalui unggahan video yang telah beredar luas di ruang publik merupakan ujaran kebencian terhadap tokoh yang menjadi panutan dan sangat dihormati bukan hanya di Sulteng tapi seluruh Indonesia.

"Kami mengecam keras pernyataan Fuad Riyadi atau Gus Fuad Plered. Dia telah menyebar ujaran kebencian dengan menghina dan merendahkan sosok Guru Tua dengan kata-kata yang tidak pantas. Kami mendesak agar pihak kepolisian segera bergerak menindak orang ini," ujarnya kepada awak media, Sabtu (29/3/2025).

Rahma menjelaskan bahwa negara telah mengakui kontribusi Guru Tua dalam menjaga keutuhan dan kejayaan NKRI. Dengan semangat dan dedikasi, Guru Tua berjuang berkontribusi dengan mendirikan Alkhairaat sebagai sarana dalam memajukan pendidikan Islam di daerah ini.

"Guru Tua pada tahun 2010 lalu mendapat anugerah gelar Bintang Mahaputera oleh Pemerintah Indonesia. Ini diberikan kepada mereka yang secara luar biasa menjaga keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan NKRI. Artinya negara mengakui kontribusi Guru Tua selama ini, jadi sangat aneh kalau ada yang protes atau menolak hingga melakukan ujaran kebencian," jelasnya.

Rahma yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Sulteng menyebut Habib Idrus bin Salim Aljufri bukan hanya pendiri Alkhairaat, lebih dari itu Guru Tua adalah rahmat dan teladan. Beliau dengan penuh dedikasi berjuang lewat dakwah untuk memberikan pencerahan dan mencerdaskan masyarakat Sulteng.

"Bagi kami Guru Tua bukan sekedar pendiri Alkhairaat, beliau adalah ulama yang sangat kami hormati karena kehadirannya menjadi rahmat dan teladan bagi masyarakat Sulteng. Jadi jika ada yang menghina dan merendahkan beliau sama saja menyakiti masyarakat Sulteng," sebutnya.

DPW PKB Sulteng kata Rahma akan terus mendukung dan mengawal pengusulan Habib Idrus bin Salim Aljufri sebagai pahlawan nasional. Dirinya berharap Kementerian Sosial segera memproses usulan tersebut.

"Kami terus berkomitmen untuk mendukung dan mengawal proses pengusulan Guru Tua sebagai pahlawan nasional. Kita minta Kementerian Sosial untuk segera memprosesnya karena semua mekanisme yang disyaratkan telah dilalui sesuai tahapan yang berlaku," pungkasnya.

Berita ini telah dibaca 3 kali
Font +
Font -
cross