
SIGI, RC – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Perluasan Penerapan Budidaya Padi Sistem Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Aula Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah, Kabupaten Sigi, Selasa (14/7/2026).
Rakor yang diselenggarakan BRMP Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat intensifikasi pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional melalui penerapan teknologi budidaya padi modern pada areal seluas 24.416 hektare untuk musim tanam Juni–September 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa keberhasilan program PM-AAS tidak dapat dicapai oleh satu institusi saja, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari BRMP, Dinas Pertanian, pemerintah kabupaten, penyuluh pertanian, Brigade Pangan hingga DPRD.
"Keberhasilan mewujudkan swasembada pangan merupakan bagian dari prioritas nasional yang sejalan dengan implementasi Asta Cita Presiden. Karena itu, seluruh pihak harus bekerja secara terencana, terukur, dan berkelanjutan agar program ini benar-benar mampu meningkatkan produksi padi dan kesejahteraan petani," ujar Anwar Hafid dikutip dari laman BRMP Sulteng.
Ia berharap rapat koordinasi tersebut menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi dasar kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mempercepat modernisasi sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Rakor ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan implementasi PM-AAS yang telah dilaksanakan di Jakarta pada 9 Juli 2026. Melalui forum tersebut, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyelaraskan langkah dalam memperluas penerapan sistem pertanian modern yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani di Sulawesi Tengah.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Pertanian dari seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah, Ketua Tim Kerja Penyuluh, perwakilan Brigade Pangan, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian. Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung percepatan implementasi PM-AAS sebagai bagian dari transformasi pertanian modern.
Sementara itu, Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Ruslan Boy, mengatakan keberhasilan penerapan PM-AAS sangat ditentukan oleh sinergi dan koordinasi seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, kolaborasi harus diperkuat mulai dari tahap perencanaan, pendampingan, hingga pelaksanaan di lapangan agar target perluasan penerapan sistem pertanian modern dapat tercapai secara efektif dan berkelanjutan.
BRMP Sulawesi Tengah, lanjut Ruslan Boy, berkomitmen memperkuat pendampingan kepada petani dan penyuluh melalui diseminasi inovasi serta penerapan teknologi pertanian modern. Upaya tersebut diharapkan mampu menjadikan PM-AAS sebagai model percepatan modernisasi pertanian yang berdampak pada peningkatan produksi pangan, kesejahteraan petani, dan penguatan ketahanan pangan di Sulawesi Tengah.
Mengakhiri kegiatan, Gubernur Anwar Hafid secara resmi membuka Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan PM-AAS sebagai langkah awal mempercepat implementasi sistem pertanian modern di Sulawesi Tengah.