Foto/Humas Kanwil Ditjenpas Sulteng

Tinjau Lapas dan Rutan Palu Pascagempa M6,7, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Pastikan Warga Binaan Aman

Terbit : 18 June 2026
Font +
Font -

PALU – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, meninjau langsung kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palu pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan keamanan warga binaan, petugas, serta kondisi sarana dan prasarana pemasyarakatan.

Dalam inspeksi tersebut, Herman menemukan sejumlah bagian bangunan di Lapas Palu mengalami keretakan akibat guncangan gempa. Meski demikian, seluruh warga binaan dan petugas dipastikan dalam kondisi aman dan tidak terdapat gangguan keamanan yang signifikan.

“Kami memastikan seluruh warga binaan dan petugas dalam kondisi aman. Beberapa kerusakan ringan berupa retakan pada bangunan telah kami identifikasi dan akan segera ditindaklanjuti. Kondisi ini akan kami laporkan kepada pimpinan di pusat serta dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum wilayah Sulawesi Tengah untuk langkah perbaikan lebih lanjut,” ujar Herman dilansir dari ditjenpas.go.id.

Didampingi Kepala Lapas Palu, Makmur, Herman memeriksa sejumlah titik bangunan yang terdampak gempa dan menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gempa susulan. Ia menegaskan bahwa aspek keamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam situasi darurat.

Usai melakukan pemantauan di Lapas Palu, Herman melanjutkan kunjungan ke Rutan Kelas IIA Palu yang didampingi Kepala Rutan, Wachid Kurniawan Budi Santoso.

Di Rutan Palu, Herman berdialog langsung dengan warga binaan guna memastikan kondisi psikologis mereka pascagempa. Ia juga memberikan penguatan agar warga binaan tetap tenang dan mematuhi arahan petugas selama masa pemantauan.

“Kami ingin memastikan bukan hanya kondisi bangunan yang aman, tetapi juga memastikan warga binaan merasa tenang dan terlindungi. Situasi saat ini terkendali dan seluruh aktivitas pembinaan tetap berjalan dengan pengawasan yang diperketat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Rutan Palu, Wachid Kurniawan Budi Santoso, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan respons cepat Kanwil Ditjenpas Sulteng dalam memantau kondisi satuan kerja pascagempa.

Selain meninjau langsung di Kota Palu, Herman juga menginstruksikan seluruh kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah untuk menyampaikan laporan kondisi terkini secara berkala.

Berdasarkan laporan yang diterima Kanwil Ditjenpas Sulteng hingga Rabu (17/6/2026), seluruh Lapas, Rutan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP), dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Sulawesi Tengah berada dalam kondisi aman dan kondusif. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun gangguan keamanan yang berdampak pada warga binaan dan petugas.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, Kanwil Ditjenpas Sulteng juga memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait lainnya.

“Kami terus melakukan pemantauan secara intensif. Seluruh jajaran diminta siaga, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan memastikan keamanan warga binaan serta petugas tetap terjaga. Sampai saat ini kondisi pemasyarakatan di Sulawesi Tengah tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegas Herman.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi dan manajemen risiko untuk memastikan layanan pemasyarakatan tetap berjalan optimal di tengah situasi pascagempa.

Berita ini telah dibaca 3 kali
Font +
Font -
cross