FOTO/UNTAD

UNTAD Peduli Bantu Korban Gempa Sigi, Salurkan Ratusan Paket Logistik

Terbit : 1 July 2026
Font +
Font -

PALU, RC Universitas Tadulako (UNTAD) menyalurkan sedikitnya 500 paket bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 di Kabupaten Sigi melalui program UNTAD Peduli. Bantuan disalurkan secara bertahap di sejumlah desa di Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki sebagai bagian dari upaya membantu warga yang masih berada dalam masa tanggap darurat.

Penyaluran bantuan dilakukan pada Minggu (28/6/2026) dengan melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni Universitas Tadulako.

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNTAD yang juga Ketua Tim UNTAD Peduli, Prof. Dr. M. Rusydi H., M.Si., mengatakan aksi kemanusiaan tersebut merupakan bentuk solidaritas sivitas akademika terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Menurutnya, seluruh proses penyaluran bantuan dipersiapkan secara matang, mulai dari koordinasi, kesiapan logistik hingga pendataan kebutuhan masyarakat agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran.

"Kami berharap seluruh bantuan yang dihimpun dari keluarga besar UNTAD dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan," ujarnya dikutip dari untad.ac.id.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama UNTAD, Drs. Samsumarlin, M.Si., menjelaskan gerakan UNTAD Peduli diinisiasi oleh Rektor Universitas Tadulako dengan mengajak seluruh sivitas akademika berpartisipasi dalam penggalangan donasi bagi korban gempa di Kabupaten Sigi.

Sebelum distribusi dilakukan, tim terlebih dahulu melaksanakan asesmen lapangan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah untuk mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak masyarakat.

"Tim UNTAD yang dikoordinasikan Kepala Pusat Studi Mitigasi Bencana, Dr. Rustan Effendi, telah berkoordinasi dengan BPBD Sulawesi Tengah dan melakukan pendataan terhadap kebutuhan dasar serta jumlah warga yang membutuhkan bantuan. Hasil asesmen menjadi dasar penyaluran bantuan agar tepat sasaran," kata Samsumarlin.

Pada tahap pertama, UNTAD Peduli menyalurkan sekitar 250 paket bantuan kepada warga terdampak di Kecamatan Palolo. Selanjutnya, sebanyak 250 paket bantuan kembali didistribusikan kepada masyarakat di Kecamatan Nokilalaki.

Selain bantuan logistik berupa kebutuhan pokok, UNTAD juga mengirimkan tim relawan yang terdiri atas tenaga medis, dokter, perawat, serta mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan. Tim tersebut memberikan pelayanan kesehatan, pendampingan kepada warga, sekaligus membantu proses distribusi bantuan hingga ke tingkat desa dan dusun.

Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., mengapresiasi partisipasi seluruh sivitas akademika dalam gerakan UNTAD Peduli. Ia menilai keterlibatan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan kampus.

Menurut Amar, Universitas Tadulako akan terus hadir memberikan kontribusi nyata dalam setiap penanganan bencana, sebagaimana yang telah dilakukan pada berbagai bencana sebelumnya, termasuk gempa di Masamba dan Mamuju pada 2021 serta banjir dan longsor di Sumatera pada 2025.

Berita ini telah dibaca 4 kali
Font +
Font -
cross