Wali Kota Palu Ancam Hentikan Pasokan BBM ke SPBU yang Langgar Aturan

Terbit : 1 July 2026
Font +
Font -

PALU, RC Pemerintah Kota Palu mengancam akan meminta Pertamina menghentikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tidak mematuhi aturan distribusi solar subsidi. Langkah tegas itu diambil menyusul kembali munculnya laporan masyarakat mengenai ketidaktertiban pengisian BBM di sejumlah SPBU di Kota Palu.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid saat memimpin rapat koordinasi penertiban distribusi solar subsidi di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Senin (29/6/2026). Rapat dihadiri Asisten II Setda Kota Palu Rahmat Mustafa, perwakilan Pertamina, Hiswana Migas, pengelola SPBU, serta perwakilan sopir truk.

"Laporan yang masuk terkait pengisian BBM di SPBU yang kembali lagi tidak tertib," kata Hadianto dikutip dari palukota.go.id.

Menurutnya, praktik distribusi solar subsidi yang tidak tertib tidak boleh kembali terjadi. Pemkot Palu bersama seluruh pemangku kepentingan sebelumnya telah menyepakati mekanisme penyaluran BBM agar berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.

"Pemkot Palu sudah membuat kesepakatan bersama perihal penyaluran BBM harus tertib," tegasnya.

Hadianto menegaskan, Pemerintah Kota Palu memiliki kepentingan langsung dalam mengawasi distribusi BBM karena kuota yang disalurkan ke seluruh SPBU di wilayah tersebut merupakan kuota yang diusulkan oleh Pemkot kepada pemerintah pusat melalui Pertamina.

"Saya ingin sampaikan bahwa kuota BBM yang disalurkan ke seluruh SPBU dalam wilayah Kota Palu adalah kuota Pemkot Palu, catat itu," ujarnya.

Karena itu, lanjut Hadianto, Pemkot berhak memastikan distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Ia menegaskan, apabila masih terdapat SPBU yang mengabaikan kesepakatan dan aturan yang telah ditetapkan, Pemkot Palu tidak akan ragu mengambil tindakan.

"Kalau hal ini tidak lagi dipatuhi, maka dengan tegas kami dari Pemkot akan membuat surat ke Pertamina agar SPBU yang tidak patuh itu jangan lagi disalurkan BBM," kata Hadianto.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkot Palu berharap seluruh pengelola SPBU, Pertamina, Hiswana Migas, dan para pengguna solar subsidi dapat mematuhi aturan yang telah disepakati sehingga distribusi BBM subsidi di Kota Palu berlangsung tertib, adil, dan tepat sasaran.

Berita ini telah dibaca 2 kali
Font +
Font -
cross