
PARIGI MOUTONG, RC – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mencatat peningkatan jumlah satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang mendapat program revitalisasi. Pada 2026, sebanyak 40 satuan PAUD menerima program tersebut, meningkat dari hanya dua satuan pada 2025.
Capaian itu disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, dalam puncak Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong.
Menurut Hestiwati, jumlah penerima revitalisasi PAUD pada 2026 menjadi yang terbanyak di Provinsi Sulawesi Tengah. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama pemerintah daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dalam membangun koordinasi dengan pemerintah pusat.
“Ini tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah, Dinas Pendidikan dan OPD-OPD yang terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat sehingga angka revitalisasi meningkat cukup tinggi,” ujar Hestiwati dalam keterangannya.
Puncak Gebyar PAUD 2026 diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan tersebut diikuti 320 anak PAUD bersama guru pendamping dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Parigi Moutong.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Bunda PAUD dan para pendidik atas pengabdian mereka dalam mendidik serta mendampingi anak-anak sejak usia dini.
Menurut Erwin, pendidikan anak usia dini membutuhkan kesabaran, ketulusan, kreativitas, dan komitmen dari para pendidik agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Rangkaian kegiatan Gebyar PAUD 2026 sebelumnya diawali dengan workshop bagi guru PAUD. Pada acara puncak, anak-anak diberikan ruang untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan, dan rasa percaya diri melalui berbagai kegiatan.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan oleh Puskesmas Parigi Barat dan Puskesmas Torue.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap kerja sama antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat semakin kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan.