FOTO/KEMENDUKBANGGA SULTENG

Perkuat Program Keluarga di Sigi, BKKBN Sulteng Dorong Sekolah Lansia di Setiap Kecamatan

Terbit : 2 November 2026
Font +
Font -

SIGI, RC – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah mendorong peningkatan kualitas program pembangunan keluarga di Kabupaten Sigi. Salah satu perhatian utama adalah pembentukan Sekolah Lansia di setiap kecamatan dan peningkatan kemampuan kader dalam mendampingi keluarga.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Tim Kerja 3 Pembangunan Keluarga BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Rosalia Stefani Palinggi, saat melakukan monitoring, evaluasi, dan pendampingan program pembangunan keluarga di Kabupaten Sigi, Senin (26/10/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan melalui kunjungan ke Balai Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Gumbasa dan Kecamatan Dolo, serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Sigi.

Rosalia mengatakan, program pembangunan keluarga seperti Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Sekolah Lansia, dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) perlu terus diperluas agar dapat berjalan di seluruh kecamatan.

Ia berharap Kecamatan Gumbasa segera mengusulkan pembentukan Sekolah Lansia agar para lanjut usia memiliki wadah untuk belajar, tetap aktif, dan meningkatkan kualitas hidup.

“Bapak Kepala Perwakilan berharap Sekolah Lansia dapat terbentuk di setiap kecamatan. Kami berharap Koordinator PKB Kecamatan Gumbasa dapat mengusulkan pembentukannya sehingga ke depan minimal sudah ada satu Sekolah Lansia di wilayah tersebut,” ujarnya.

Selain pembentukan program, hasil monitoring juga menemukan masih adanya kader Bina Keluarga Balita (BKB) di Kecamatan Gumbasa yang belum mendapatkan pelatihan.

Berdasarkan data pelaporan, sebanyak 29 kader BKB belum tercatat mengikuti pelatihan BKB, pencatatan dan pelaporan, maupun Kelas Orang Tua Hebat.

Menurut Rosalia, peningkatan kemampuan kader perlu menjadi perhatian karena mereka merupakan ujung tombak pendampingan keluarga di masyarakat.

Ia mendorong penyuluh KB untuk memfasilitasi kader mengikuti Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) sebagai salah satu cara meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, terutama dalam pengasuhan anak.

“Karena anggaran pelatihan masih terbatas, Kelas Orang Tua Hebat dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kapasitas kader,” jelasnya.

Sementara itu, capaian promosi pengasuhan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Kecamatan Dolo juga masih perlu ditingkatkan.

Dari target 976 keluarga pada Triwulan III, baru 612 keluarga yang tercatat menerima promosi pengasuhan 1.000 HPK. Capaian tersebut setara dengan sekitar 62 persen dari target yang ditetapkan.

Tim BKKBN juga mengevaluasi pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) subbidang KB nonfisik di Dinas P2KB Kabupaten Sigi, khususnya kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di tingkat desa dan kelurahan.

Dalam evaluasi tersebut, tim mendorong percepatan dukungan operasional kelompok kegiatan (poktan), baik melalui penyuluhan maupun pencatatan dan pelaporan di 177 desa sesuai petunjuk teknis yang berlaku.

Melalui kegiatan monitoring dan pendampingan ini, BKKBN berharap pelaksanaan program pembangunan keluarga di Kabupaten Sigi semakin baik, kapasitas kader meningkat, dan pelayanan kepada keluarga dapat berjalan lebih optimal serta berkelanjutan.

Berita ini telah dibaca 3 kali
Font +
Font -
cross