
SIGI, RC — Pemerintah Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, meluncurkan Gerakan BILAS (Bersih, Indah, Lestari, Aman, Sejahtera) sebagai gerakan bersama untuk menata lingkungan dan memperkuat budaya gotong royong masyarakat.
Gerakan yang digagas Camat Gumbasa Afif Sunusi tersebut melibatkan tujuh desa, yakni Kalawara, Pandere, Pakuli Utara, Pakuli, Simoro, Omu, dan Tuva.
Peluncuran Gerakan BILAS ditandai dengan aksi kebersihan secara serentak yang melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga. Masyarakat bersama aparat desa membersihkan saluran drainase, mengangkut sampah, serta menata fasilitas umum dan lingkungan permukiman di sepanjang jalan poros desa.
Afif mengatakan kebersihan lingkungan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan agar kebersihan dan kenyamanan lingkungan dapat dijaga secara berkelanjutan.
“Gerakan ini bukan hanya tentang membersihkan sampah. Lebih dari itu, ini adalah upaya membangun kesadaran bersama sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong,” ujar Afif dilansir dari laman Diskominfo Sigi.
Gerakan BILAS juga mengangkat nilai budaya lokal melalui konsep “Pakagali Pakagaya Ngata”, yang dimaknai sebagai gerakan membersihkan dan memperindah kampung. Selain itu, terdapat konsep “Pakagali Rara” yang mengandung pesan tentang pentingnya membersihkan hati dan jiwa dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebagai putra Desa Pakuli, Afif mengatakan dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi bagi daerah asalnya. Sejak dilantik sebagai Camat Gumbasa pada Oktober 2025, ia mengaku berkomitmen mendorong perubahan melalui program yang melibatkan masyarakat.
“Saya kembali ke Gumbasa bukan hanya untuk mengenang masa lalu. Saya ingin bekerja dan berbuat yang terbaik untuk membenahi wilayah ini bersama seluruh masyarakat,” katanya.
Afif juga mengajak masyarakat menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan sehari-hari. Ia mengaku terinspirasi setelah melihat video yang memperlihatkan sejumlah wisatawan memungut sampah di lokasi wisata yang bukan daerah asal mereka.
Menurutnya, aksi tersebut menunjukkan bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab semua orang, tanpa melihat latar belakang maupun asal daerah.
“Video itu bukan terjadi di Gumbasa. Namun, semangat yang ditunjukkan para pengunjung menjadi inspirasi dan pengingat bagi kita agar tidak membiarkan sampah berserakan di lingkungan kita sendiri,” ujarnya.
Selain membersihkan lingkungan, Gerakan BILAS diarahkan untuk menjaga kelestarian alam, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Afif turut turun langsung bersama warga melakukan aksi kebersihan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antardesa dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat.
Sebagai bagian dari pendekatan budaya, Afif juga menciptakan lagu “Pakagali Pakagaya Ngata, Pakagali Rara” yang diproduksi dalam format video. Lagu tersebut membawa pesan tentang kecintaan terhadap kampung halaman, kepedulian terhadap lingkungan, dan pentingnya menjaga persatuan.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Gumbasa berencana menjadikan gerakan kebersihan berbasis kearifan lokal tersebut sebagai agenda rutin setiap bulan.
Dengan demikian, Gerakan BILAS diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, serta semangat gotong royong di tujuh desa di Kecamatan Gumbasa.