FOTO/HUMAS LAPAS LUWUK

Lapas Luwuk Salurkan Premi Rp3,7 Juta, Jadi Bekal Warga Binaan Setelah Bebas

Terbit : 8 September 2026
Font +
Font -

LUWUK, RC – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menyalurkan premi sebesar Rp3.737.000 kepada warga binaan yang mengikuti kegiatan kerja kemandirian, Senin (7/9/2026).

Premi tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan warga binaan dalam berbagai kegiatan kerja produktif sekaligus bagian dari program pembinaan untuk meningkatkan disiplin, tanggung jawab, keterampilan, dan kemandirian.

Penyaluran premi dilakukan saat apel pagi Tamping di Lapas Luwuk. Kegiatan tersebut dilakukan Pelaksana Harian Kepala Lapas (Plh. Kalapas) Luwuk Andi Abdul Muis, didampingi Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja Rudisantoso serta Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Heru Cahyono.

Premi disalurkan secara nontunai melalui kartu BRIZZI milik masing-masing warga binaan.

Warga binaan yang menerima premi sebelumnya mengikuti berbagai kegiatan kerja kemandirian, antara lain pertanian konvensional dan hidroponik, laundry, pangkas rambut, tata boga, pengelasan, mebel, pembuatan suvenir dan kerajinan, serta perikanan.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan mendapatkan kesempatan mengembangkan keterampilan sekaligus menghasilkan produk dan jasa yang memiliki nilai ekonomi.

Plh. Kalapas Luwuk Andi Abdul Muis mengatakan pemberian premi tidak hanya berkaitan dengan nominal yang diterima, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras warga binaan selama mengikuti kegiatan kerja.

“Premi ini bukan hanya tentang nominal yang diterima, tetapi merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras dan keterampilan yang telah dilakukan warga binaan,” kata Andi dilansir dari laman Ditjenpas.

Ia berharap sebagian premi dapat ditabung sebagai bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan di Lapas dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk mencari pekerjaan atau membuka usaha setelah bebas.

Lapas Luwuk, kata Andi, akan terus mendorong pengembangan kegiatan kerja kemandirian yang memberikan manfaat bagi warga binaan sekaligus mendukung proses reintegrasi mereka ke masyarakat.

Salah seorang warga binaan, N, mengaku bersyukur menerima premi dari kegiatan kerja yang diikutinya.

“Saya bersyukur bisa mendapatkan premi dari hasil kerja selama di Lapas. Selain bisa membantu memenuhi kebutuhan, sebagian akan saya tabung untuk menjadi bekal ketika bebas nanti,” ujar N.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan kerja di Lapas dapat menjadi bekal untuk mendapatkan penghasilan setelah kembali ke masyarakat.

Berita ini telah dibaca 4 kali
Font +
Font -
cross